sajak-sajak

andi d handokoManusia fabelmanusia-manusia terlahir kembali dalam dunia yang entahmereka duduk dalam singgasanaistana penuh tahtakata-kata penuh kuasaotak-otak kerdilbergelar doktor omnivoramemangsa makhluk-makhluk kecilmengenyangkan perut semakin membuncitmanusia-manusia menjelma fabelmengaum serupa macanmelolong serupa serigalamenggonggong serupa anjingtiada lagi diskusitaring dan kuku jari

Awal tahun ini

Malam tahun barusuara mercon berpacu suara bising kendaraanlampu-lampu jalan enggan terlihatsudut malam tak lagi sunyisemarak pesta kembang apimenandai pergantian hariorang lalu lalang menghuni jalanmata-mata sayu terus berjagaentah menunggu apateriakan orang-orang mengusik serangga malamtukang nasi goreng, jagung bakar, martabak, kacang rebus,… Continue Reading

Puisi kota

Andi D Handoko*Ziarah Kotakota-kota telah matiorang-orang tak rela untuk matimereka pergi dalam sebuah dunia sunyisetelah sekian waktusejenak kembali menziarahi kota inisembari menabur bungamereka menuang angka-angkayang luput bersama rumus matematikajalan-jalan berlumpur hitammelukis jejak kaki mereka yang mencoba mengeja arahdalam doadalam sebuah… Continue Reading

Puisi again

Mimpi Televisitelevisi melahirkan bayi-bayi lucu dari rahimnyamereka tumbuh dalam tabung televisitanpa mengenal usia kelenderbergegas tanpa cemasmelenyapkan kebosanan pada dunia nyatatelevisi menjadi ibu yang jelitapenuh kasih sayangsetia mendongengi anak-anakhingga tertidur lelap dalam pelukantelevisi mendidik anak-anaknyadengan buku digitalpenuh mimpi dan imajinasitanpa setitik… Continue Reading

Poem

Ingatan Sebuah Rumah lamakabarmu jauh lepasdi antara pandangan mata yang kau lihat di cerminuban-uban putihmenggigilkan pagi kita yang butasuarakita jadi batu-batu berserakan dalam masa yang purbasedang aku kau masih mengingatjalan-jalan setapak yang pernah dilaluimenjelma jalan-jalan ibu kota tak pernah tidurasap-asap… Continue Reading