DBMS & Perancangan Basis Data

Hallo Sobat ind2906 pada pertemuan ini saya akan menjelaskan apa itu DBMS & Perancangan Basis Data.

DBMS

(Database Management System)
DBMS

DBMS ( Bahasa Inggris: Database Management System ), atau kadang-kadang disingkat SMBD, adalah perangkat yang memungkinkan untuk mengindentifikasi, mengelola, dan mengakses data dasar. DBMS yang mengelola basis data relasional yang disebut dengan Relational DataBase Management System ( RDBMS) ). Contohnya adalah perangkat lunak yang termasuk DBMS: dBase, FoxBase, Rbase, Microsoft-Access, Borland Paradox / Borlan Interbase, Server MS-SQL, Oracle, Informix, Sybase, MySQL, dll.

Bahasa dalam DBMS

SQL-Queries-Interview-Questions-and-Answers

Structure Query Language (SQL) Merupakan basis data yang standar yang digunakan untuk data base dari DBMS. SQL sudah muncul pada tahun 1974 dan Rilis pertamannya pada Tahun 1986 dengan dikeluarkannya SQL oleh ANSI / SQL86 , SQL dirancang oleh Donald D. Chamberlin dan Raymond F. Boyce.

SQL dibagi menjadi dua, yaitu:

  • English Version Definisi (DDL)

SQL yang digunakan untuk melakukan basis data.

  • Bahasa Manipulasi Data (DML)

SQL yang digunakan untuk mengakses dan mengelola data pada basis data.

Data Definition Language (DDL)

Bahasa Indonesia dapat membuat tabel baru, membuat indeks, menentukan struktur penyimpanan tabel, dan sebagainya. Hasil kompilasi perintah DDL disimpan dalam file khusus yang disebut Kamus Data ( Kamus Data ).
Kamus Data merupakan metadata (S uper Data ) yaitu data yang mendeskripsikan data nyata.

Bahasa Manipulasi Data (DML)

Bahasa yang berguna untuk melakukan manipulasi data pada dasarnya basis data. Manipulasi dapat berupa:

  1. Prosedural, bahasa yang mensyaratkan pemakai untuk menentukan data apa yang diinginkan dan bagaimana cara untuk mendapatkannnya.
  2. Non-Prosedural, bahasa yang membuat pemakai dapat menentukan data apa saja yang diinginkan tanpa menyebutkan bagaimana cara mendapatkannya.

Komponen DBMS

  1. Query Prosesor, komponen yang membentuk query dalam penjelasan ke dalam database manager.
  2. Database Manager, menerima query dan menguji eksternal dan konseptual untuk menentukan apakah permintaan record-record yang diperlukan untuk memenuhi permintaan manajer file database manager untuk berurusan permintaan.
  3. File Manager, memanipulasi file dan mengatur spasi penyimpanan disk.
  4. DML Precompiler, modul yang mengubah perintah DML yang ditempelkan dalam program aplikasi dalam bentuk fungsi-fungsi.
  5. DDL Compiler, mengubah pernyataan DDL menjadi tabel kumpulan atau file yang berisi data kamus atau meta data.
  6. Kamus Manajer, membuat akses dan memeliahara data kamus.

Keuntungan DBMS

  • Mengurangi data pengulangan
  • Mencapai independasi data
  • Mengitegrasikan data beberapa file
  • Mengambil data dan informasi dengan cepat
  • Meningkatkan Keamanan

Kerugian DBMS

  • Perangkat lunak yang mahal
  • Konfigurasi perangkat keras yang besar
  • Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA

Abstraksi Data

Terbagi menjadi tiga tingkatan :

  1. Internal level yaitu, menerangkan struktur penyimpanan basis data secara fisik dan organisasi file yang digunakan.
  2. Konseptual level yaitu, menerangkan secara menyeluruh dari basis data penyimpanan data secara fisik.
  3. Eksternal level yaitu, menerangkan View basis data dari sekelompok pemakai.

Arsitektur Sistem Database

ini

Perancangan Basis Data

Tujuan Perancangan Basis Data :

  1. Untuk memenuhi informasi berisi kebutuhan-kebutuhan user secara khusus dan aplikasinya
  2. Memudahkan pengertian struktur informasi
  3. Mendukung kebutuhan-kebutuhan pemrosesan dan beberapa objek penampilan (respone time, processing time and storage space)

Fase Perancangan Basis Data

mbahsecond - logo basis data

ADA 6 FASE PROSES PERANCANGAN DATABASE :

  • Pengumpulan dan analisa.

a. Menentukan kelompok pemakai dan bidang-bidang aplikasinya

b. Peninjauan dokumentasi

c. Analisa lingkungan operasi dan pemrosesan data

d. Daftar pertanyaan dan wawancara

  • Perancangan database secara konseptual .

a. Perancangan skema konseptual

b. Perancangan transaksi yang akan terjadi dalam database

  • Pemilihan DBMS

a. Faktor teknis

Contoh faktor teknis : Tipe model data ( hirarki, Jaringan, atau Ralasional ), Struktur penyimpanan dan jalur pengaksesan yang didukung sistem manajemen database, Tipe interface dan programer, Tipe Bahasa query

b. Faktor Ekonomi dan Politik Organisasi

Biaya penyiadaan hardware dan software, Biaya konversi pembuatan database, Biaya personalia,dll.

  • Perancangan database secara logik (data model mapping)

a. Pemetaan (Transformasi Data)

Transformasi yang tidak tergantung pada sistem, pada tahap ini transformasi tidak mempertimbangkan karakteristik yang spesifik atau hal-hal khusus yang akan diaplikasikan pada sistem manajemen database

b. Penyesuaian skema DBMS

Penyesuaian Skema yang dihasilkan dari tahap pemtaan untuk dikonfirmasikan pada bentuk implementasi yang spesifik dari suatu model data seperti yang digunakan oleh sistem manajemen database yang terpilih

  • Perancangan database secara fisik

a. Response Time

Waktu transaksi database selama eksekusi untuk menerima respon

b. Space Utility

Ruang penyimpanan luas yang dibuat oleh file database dan struktur jalan pengaksesannya

c. Throughput Transaksi

Misi rata-rata transaksi yang dapat diproses berdasarkan sistem basis data dan merupakan parameter dari sistem transaksi

  • Fase Implementasi Sistem Database.

Sekian dari System Basis Data pertemuan ke-2 ini semoga membantu. jika ada pertanyaan komen dek ini. Untuk info update artikel terbaru kami ikuti media sosial → ind2906.wordpress.com

Ismoyo

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.